Pace lari adalah salah satu istilah yang wajib dipahami kalau kamu ingin latihan lari lebih efektif.
Namun, masih banyak pelari pemula yang mengira pace sama dengan kecepatan, padahal keduanya berbeda.
Dengan memahami pace, kamu bisa mengatur ritme lari, menghindari kelelahan, dan menyesuaikan latihan dengan target yang ingin dicapai.
Jadi, sebelum mulai berlari, ada baiknya pahami dulu konsep dasarnya.
Apa Itu Pace Lari
Pace lari adalah waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tertentu, biasanya dinyatakan dalam satuan menit per kilometer (menit/km).
Berbeda dengan kecepatan yang menggunakan km/jam, pace menunjukkan berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk menyelesaikan satu kilometer.
Semakin kecil angka pace, semakin cepat pula larimu. Misalnya, pace 5 menit/km berarti lebih cepat dibandingkan pace 7 menit/km.
Karena lebih mudah diterapkan saat latihan, pace menjadi acuan yang digunakan hampir semua pelari, mulai dari pemula hingga atlet.
Cara Menghitung Pace Lari
Menghitung pace sebenarnya cukup mudah. Kamu hanya perlu membagi waktu tempuh dengan jarak yang ditempuh.
Contohnya seperti berikut.
- Jarak: 5 km
- Waktu tempuh: 30 menit
- Perhitungan: 30 ÷ 5 = 6 menit/km
Artinya, pace larimu adalah 6 menit per kilometer. Kalau waktu tempuhnya tidak bulat, misalnya 27 menit 30 detik, ubah dulu detiknya ke bentuk pecahan menit agar hasilnya lebih akurat.
Alat Bantu Menghitung Pace
Kalau tidak ingin menghitung manual, kamu bisa memanfaatkan smartwatch berbasis GPS atau aplikasi lari. Alat tersebut akan menghitung pace secara otomatis selama kamu berlari, sehingga lebih praktis untuk memantau perkembangan latihan.
Kategori Pace Lari Berdasarkan Level
Pace setiap pelari tentu berbeda-beda karena dipengaruhi pengalaman, kondisi fisik, dan tujuan latihan. Sebagai gambaran, berikut kisaran pace berdasarkan level.
- Pemula: 7:00–8:30 menit/km
- Menengah: 5:30–7:00 menit/km
- Kompetitif: di bawah 5:30 menit/km
Angka tersebut hanya sebagai acuan. Jadi, tidak perlu membandingkan pace kamu dengan orang lain. Fokuslah pada perkembangan diri sendiri dan tingkatkan pace secara bertahap.
Tips Memahami Pace Lari agar Latihan Lebih Efektif

Supaya latihan memberikan hasil yang maksimal, coba terapkan beberapa tips berikut.
Gunakan Conversational Pace
Kalau masih pemula, berlarilah dengan pace yang membuatmu tetap bisa mengobrol tanpa terengah-engah. Cara ini membantu membangun daya tahan tubuh tanpa memberi beban berlebihan.
Tambah Jarak Secara Bertahap
Hindari menambah jarak tempuh terlalu cepat. Sebaiknya tingkatkan jarak maksimal sekitar 10% setiap minggu agar tubuh punya waktu untuk beradaptasi dan risiko cedera tetap rendah.
Coba Latihan Interval
Latihan interval bisa membantu meningkatkan kecepatan dan membuat pace lebih stabil. Kamu bisa bergantian antara lari dengan intensitas tinggi dan pace yang lebih santai.
Pantau Perkembangan
Catat pace setiap selesai latihan, baik secara manual maupun melalui aplikasi. Dengan begitu, kamu bisa melihat perkembangan dan menentukan target berikutnya dengan lebih mudah.
Temukan di TipTip
Kalau sudah mulai paham cara mengatur pace, saatnya mencoba langsung di event lari. Kamu bisa cek tiptip.id untuk melihat event lari yang sedang tersedia.
Salah satunya Snoopy Run 2026 yang akan digelar pada 6 September 2026 di Orange Groves, PIK 2.
Event ini menghadirkan kategori 5K Run dan 1,5K Pawrent & Paw, sehingga cocok untuk pelari pemula yang ingin melatih pace sambil menikmati suasana fun run bersama keluarga atau teman.
FAQ
Apa itu pace lari?
Pace lari adalah waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu kilometer. Umumnya, pace dinyatakan dalam satuan menit per kilometer.
Bagaimana cara menghitung pace lari?
Cara menghitung pace lari adalah dengan membagi waktu tempuh dengan jarak yang ditempuh. Misalnya, 30 menit dibagi 5 km menghasilkan pace 6 menit/km.
Berapa pace lari yang bagus untuk pemula?
Secara umum, pace pelari pemula berada di kisaran 7:00–8:30 menit per kilometer. Namun, pace yang ideal tetap bergantung pada kondisi fisik dan tujuan latihan masing-masing.

