Alat Musik Tradisional Sulawesi Utara

7 Alat Musik Tradisional Sulawesi Utara dan Keunikannya

Alat musik tradisional Sulawesi Utara berasal dari tiga kelompok budaya besar, yaitu Minahasa, Sangihe-Talaud, dan Bolaang Mongondow. Bahannya beragam, mulai dari kayu, bambu, kulit kambing, sampai cangkang kerang.

Salah satunya sudah mendunia. Berikut tujuh alat musik yang layak kamu kenal.

Baca Juga: Kapan Imlek 2027? Cek Tanggal dan Libur Nasionalnya

Kolintang

📍 Asal: Minahasa
🎼 Jenis: Pukul, bernada
🪵 Bahan: Kayu, seperti kayu bandaran dan kayu wenang
🎭 Fungsi: Upacara adat, pertunjukan seni, dan hiburan

Kolintang adalah alat musik pukul khas Minahasa yang dimainkan dengan pemukul atau mallet. Alat ini termasuk keluarga marimba dan menghasilkan melodi kromatik.

Dulu, kolintang mengiringi ritual penghormatan roh leluhur. Sekarang, fungsinya bergeser menjadi hiburan di acara besar, baik untuk lagu pop maupun lagu tradisional.

Kolintang juga sudah punya pengakuan dunia. Pada 5 Desember 2024, UNESCO memasukkannya ke Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pengakuan itu menyebut kemiripannya dengan balafon dari Afrika Barat.

Tagonggong

📍 Asal: Kepulauan Sangihe
🎼 Jenis: Pukul (tambur)
🪵 Bahan: Batang kayu dan kulit kambing
🎭 Fungsi: Pengiring upacara adat dan pertunjukan musik tradisional

Tagonggong adalah tambur berbentuk silinder. Salah satu ujungnya ditutup kulit kambing.

Alat ini termasuk alat musik ritmis. Kamu bisa mendengarnya dalam upacara adat Tulude yang digelar masyarakat Sangihe.

Menurut sejarawan setempat, dulu tagonggong tampil bersama oli dan alat musik lain dalam ritual leluhur. Kini perannya lebih banyak sebagai bagian pertunjukan budaya.

Musik Bia

📍 Asal: Desa Batu, Minahasa Utara
🎼 Jenis: Tiup
🪵 Bahan: Kerang atau keong laut (bia)
🎭 Fungsi: Seni musik tradisional

Musik bia memakai cangkang kerang sebagai alat tiupnya. Menurut catatan yang ada, seorang warga Desa Batu mulai menjadikannya alat musik sekitar tahun 1941.

Sayangnya, musik ini nyaris punah. Bahan bakunya makin langka karena kerusakan lingkungan.

Bambu Tunta

📍 Asal: Kepulauan Sangihe
🎼 Jenis: Tiup
🪵 Bahan: Bambu
🎭 Fungsi: Pengiring upacara adat dan tradisi budaya

Bambu tunta adalah musik tradisional Sangihe yang bahan utamanya bambu. Salah satu bentuknya berupa seruling bambu, dengan pemain meniup pada ujung bambu.

Bambu dipotong dan diolah menjadi beberapa jenis alat musik. Kesenian ini sering terkait dengan upacara adat setempat.

Musik bambu tiup dari Sangihe-Talaud juga dikenal luas. Menurut catatan yang ada, seorang petani menciptakannya pada tahun 1700. Di Manado, musik bambu kini sering dimainkan untuk memeriahkan acara tertentu.

Bambu Entel

📍 Asal: Kepulauan Talaud
🎼 Jenis: Perkusi
🪵 Bahan: Bambu dengan berbagai ukuran
🎭 Fungsi: Musik tradisional daerah

Kata entel dalam bahasa daerah Talaud berarti hentak. Alat ini berupa kumpulan bambu yang dipotong dengan ukuran berbeda-beda agar menghasilkan bunyi yang beragam.

Cara mainnya termasuk unik di antara alat musik perkusi. Kini, kolintang dan bambu entel masih dilestarikan di Kepulauan Talaud, sedangkan sebagian musik tradisional lain mulai hilang.

Oli

📍 Asal: Kepulauan Sangihe
🎼 Jenis: Harpa mulut
🪵 Bahan: Menurut sumber yang tersedia, belum banyak dijelaskan
🎭 Fungsi: Pengiring ritual adat

Oli adalah harpa mulut dari Sangihe yang hampir punah. Alat ini pernah dimainkan bersama tagonggong dan alat musik lain dalam ritual adat kerajaan Tabukan.

Karena sudah langka, informasi tentang oli terbatas. Kamu perlu mengecek sumber budaya setempat untuk detail bentuk dan cara mainnya.

Gimbal

📍 Asal: Bolaang Mongondow
🎼 Jenis: Pukul
🪵 Bahan: Menurut sumber yang tersedia, belum banyak dijelaskan
🎭 Fungsi: Prosesi adat

Gimbal adalah alat musik tradisional masyarakat Bolaang Mongondow. Konon, bunyinya bisa memanggil roh leluhur dalam prosesi adat.

Meski begitu, gimbal tidak sepopuler kolintang. Karena itu, alat musik tradisional Sulawesi Utara yang satu ini layak lebih sering dikenalkan.

Baca Juga: Profil Malcolm Todd: Biografi, Karier Musik & Info Konser Jakarta Des 2026!

Cari Pertunjukan Seni dan Musik Seru di TipTip

Setelah kenal alat musiknya, kamu pasti ingin dengar bunyinya langsung. Kamu bisa cek tiket event di TipTip untuk menemukan pertunjukan yang sesuai seleramu.

TipTip adalah marketplace e-tiket event offline, karya digital, dan sesi live untuk kreator dan komunitas Indonesia. Di sana ada konser, festival musik, hingga fan meeting yang bisa kamu pesan lewat aplikasi atau situs.

Menonton pertunjukan langsung juga cara asyik untuk mengenal ragam bunyi dan budaya musik. Daftar event terus berubah, jadi pantau jadwal terbarunya secara berkala.

FAQ

Apa saja alat musik tradisional Sulawesi Utara?
Alat musik tradisional Sulawesi Utara antara lain kolintang, tagonggong, musik bia, bambu tunta, bambu entel, oli dari Sangihe, dan gimbal dari Bolaang Mongondow.

Alat musik tradisional Sulawesi Utara apa yang paling terkenal?
Kolintang merupakan alat musik tradisional Minahasa yang paling dikenal. Kolintang diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda pada 5 Desember 2024.

Apa keunikan alat musik tradisional Sulawesi Utara?
Keunikannya terlihat dari bahan dan keragaman budayanya, seperti kolintang dari kayu, musik bia dari cangkang kerang, serta bambu entel yang namanya berarti hentak.