MRT

Apa Kepanjangan MRT? Simak Penjelasan Lengkapnya

MRT adalah salah satu transportasi umum berbasis rel yang sudah jadi andalan warga Jakarta sejak 2019. Meski sering digunakan setiap hari, masih banyak yang bertanya, apa kepanjangan MRT?

Bahkan, nggak sedikit yang mengira MRT sama dengan KRL atau LRT. Padahal, ketiganya punya fungsi dan sistem yang berbeda. 

Selain mengetahui kepanjangannya, kamu juga sebaiknya memahami sejarah, rute, tarif, hingga jam operasional MRT agar perjalanan jadi lebih praktis.

Apa Kepanjangan MRT?

MRT adalah singkatan dari Mass Rapid Transit. Namun, sejak 28 Oktober 2018, pemerintah juga menetapkan padanan resminya dalam bahasa Indonesia, yaitu Moda Raya Terpadu.

Penetapan istilah tersebut dilakukan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu. 

Jadi, kalau ada yang bertanya apa kepanjangan MRT, kedua istilah tersebut sama-sama benar. Perbedaannya hanya terletak pada bahasa yang digunakan.

Sejarah Singkat MRT Jakarta

Nama MRT juga merujuk pada perusahaan pengelolanya, yaitu PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta).

Beberapa fakta penting tentang MRT Jakarta:

  • Berdiri pada 17 Juni 2008.
  • Mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
  • Rencana pembangunan sudah muncul sejak 1985.
  • Proyek resmi disepakati sebagai proyek nasional pada 2005.
  • Beroperasi untuk pertama kalinya pada 24 Maret 2019 dengan rute Lebak Bulus–Bundaran HI sepanjang sekitar 16 kilometer.

MRT, KRL, dan LRT, Apa Bedanya?

Sekilas memang terlihat mirip karena sama-sama berjalan di atas rel. Namun, ketiganya punya fungsi yang berbeda.

Moda Kepanjangan Fungsi Utama
MRT Mass Rapid Transit (Moda Raya Terpadu) Melayani perjalanan cepat di dalam kota melalui jalur layang dan bawah tanah.
KRL Kereta Rel Listrik Menghubungkan Jakarta dengan berbagai kota di wilayah Jabodetabek.
LRT Light Rail Transit Melayani perjalanan jarak pendek di kawasan tertentu.

MRT menggunakan listrik dari jaringan aliran atas dan mampu mengangkut hingga 1.950 penumpang dalam satu rangkaian kereta.

Keunggulan lainnya adalah jalurnya yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi. Karena itu, MRT menjadi pilihan banyak pekerja, mahasiswa, hingga wisatawan yang ingin bepergian lebih cepat tanpa terjebak macet.

Rute dan Daftar Stasiun MRT Jakarta

Saat ini, MRT Jakarta melayani 13 stasiun di Koridor Utara–Selatan, mulai dari Lebak Bulus Grab hingga Bundaran HI. Berikut daftar stasiunnya.

No Stasiun MRT Jakarta
1Lebak Bulus Grab
2Fatmawati Indomaret
3Cipete Raya
4Haji Nawi
5Blok A
6Blok M BCA
7ASEAN
8Senayan Mastercard
9Istora Mandiri
10Bendungan Hilir
11Setiabudi Astra
12Dukuh Atas BNI
13Bundaran HI

Beberapa stasiun juga menjadi titik integrasi penting dengan transportasi lain.

Stasiun Terhubung dengan
Dukuh Atas BNI KRL, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan TransJakarta.
Blok M BCA Terminal Blok M serta berbagai pusat perbelanjaan.
Istora Mandiri Kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Senayan Mastercard Area Senayan dan pusat bisnis.

Kalau kamu ingin menonton konser atau datang ke acara besar di kawasan GBK, MRT bisa jadi pilihan yang praktis. 

Kamu tinggal turun di Stasiun Istora Mandiri atau Senayan, lalu berjalan kaki beberapa menit menuju lokasi.

Perkembangan Rute Fase 2

MRT Jakarta saat ini juga sedang membangun Fase 2A yang akan memperpanjang jalur dari Bundaran HI hingga Kota.

Jalur baru ini akan melewati tujuh stasiun bawah tanah:

  • Thamrin
  • Monas
  • Harmoni
  • Sawah Besar
  • Mangga Besar
  • Glodok
  • Kota

Berdasarkan laporan progres Juli 2026, pembangunan segmen pertama sudah mencapai lebih dari 90 persen dan ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada akhir 2027.

Jika proyek ini selesai, akses menuju kawasan Kota Tua dan pusat Jakarta akan semakin mudah.

Tarif MRT Jakarta

Tarif MRT dihitung berdasarkan jarak tempuh, mulai dari Rp3.000 untuk perjalanan terdekat hingga Rp14.000 untuk rute terjauh.

Kamu bisa membayar menggunakan berbagai metode, seperti:

  • Kartu Multi Trip (KMT)
  • JakLingko
  • Kartu uang elektronik bank, seperti Flazz dan e-Money Mandiri
  • QRIS melalui aplikasi MyMRTJ

Jadi, kamu tidak perlu lagi membeli tiket kertas sebelum naik kereta.

Jam Operasional MRT Jakarta

MRT Jakarta beroperasi setiap hari. Pada Senin–Jumat, kereta mulai beroperasi pukul 05.00–24.00 WIB

Sementara itu, pada Sabtu, Minggu, dan hari libur, kereta pertama berangkat pukul 06.00 WIB dan tetap beroperasi hingga 24.00 WIB.

Saat jam sibuk, yaitu pukul 07.00–09.00 WIB dan 17.00–19.00 WIB, interval kedatangan kereta sekitar 5 menit. Di luar jam tersebut, kereta biasanya datang setiap 10 menit.

Perlu diingat, jadwal operasional dapat berubah saat hari libur nasional atau ketika ada acara besar di Jakarta. Karena itu, sebaiknya cek informasi terbaru melalui akun resmi MRT Jakarta sebelum berangkat.

Temukan di TipTip

Kalau berencana nonton konser di kawasan Senayan, naik MRT bisa jadi pilihan yang praktis. 

Kamu cukup turun di Stasiun Istora Mandiri, lalu berjalan kaki beberapa menit menuju venue. Jadi, kamu nggak perlu repot menghadapi macet atau mencari tempat parkir. 

Salah satu event yang tersedia adalah konser UNGU “Waktu Yang Dinanti: Final Chapter (30 Tahun Berkarya)” pada 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Tiketnya bisa langsung kamu cek di tiptip.id 

Lokasinya hanya beberapa menit berjalan kaki dari Stasiun Istora Mandiri maupun Senayan Mastercard

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa kepanjangan MRT?
MRT adalah singkatan dari Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu.

Apakah MRT sama dengan KRL?
Tidak. MRT melayani perjalanan dalam kota Jakarta, sedangkan KRL melayani rute antarkota di Jabodetabek.

Berapa tarif MRT Jakarta?
Tarifnya berkisar Rp3.000–Rp14.000, tergantung jarak perjalanan.