Doa buka puasa yang umum dibaca ada dua, yaitu Allahumma laka shumtu dan Dzahabaz zhama’u. Keduanya biasa dibaca setelah kamu membatalkan puasa, meski ulama berbeda pendapat soal waktunya.
Di artikel ini, kamu bisa melihat bacaan Arab, Latin, dan artinya. Kamu juga akan tahu perbedaan kedua doa dan kapan waktu membacanya.
Baca Juga: Lebaran Idul Fitri 2027: Tanggal, Perkiraan, dan Libur
Doa Buka Puasa Allahumma Laka Shumtu
Doa ini yang paling dikenal masyarakat Indonesia. Ada versi singkat dan versi dengan tambahan kalimat.
Versi Singkat
- Arab: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
- Latin: Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.
- Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Versi dengan Tambahan
- Arab: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
- Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
- Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang.”
Doa Buka Puasa Dzahabaz Zhama’u
Doa ini bersumber dari hadits riwayat Abu Dawud dari Abdullah bin Umar. Ulama seperti Ad-Daruquthni, Ibnu Hajar al-Asqalani, Al-Albani, dan Abdul Aziz bin Baz menilainya hasan.
- Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
- Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.
- Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”
Versi Gabungan
Sebagian ulama membolehkan kamu menggabungkan kedua doa. Bacaan gabungan ini tercantum dalam Hasyiyatul Bujairimi.
- Arab: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
- Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ‘ala rizqika afthartu. Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu, wa tsabatal ajru, insya Allah.
- Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”
Perbedaan Derajat Hadits Doa Buka Puasa

Doa Allahumma laka shumtu berasal dari riwayat Mu’adz bin Zuhrah. Sebagian ulama menilai hadits ini dhaif karena sanadnya mursal, yaitu terputus di tingkat tabiin.
Namun, banyak ulama tetap membolehkan doa ini diamalkan. Alasannya, doa termasuk fadhail amal dan maknanya tidak bertentangan dengan syariat.
Sementara itu, doa Dzahabaz zhama’u berstatus hasan, sehingga ulama sepakat membolehkan pengamalannya. Kalau kamu ingin tahu pendapat yang paling sesuai dengan mazhabmu, tanyakan ke ustaz atau ulama yang kamu percaya.
Waktu Membaca Doa Buka Puasa dan Keutamaannya
Kapan Doa Dibaca?
Ulama berbeda pendapat soal waktu membaca doa buka puasa. Syekh Abu Bakar Syatha dalam I’anah at-Thalibin menyebut doa dibaca setelah berbuka, karena lafaz doanya berbentuk lampau.
Syekh Said Ba’ali dalam Busyra al-Karim menyebut doa disunnahkan saat hendak berbuka. Menurut beliau, waktu yang lebih utama tetap setelah berbuka.
Sebagian ulama lain menganjurkan berdoa menjelang berbuka. Alasannya, saat itu orang berpuasa sedang khusyuk dan tunduk kepada Allah.
Untuk urutan praktisnya, kamu bisa membaca basmalah, lalu minum air atau makan kurma. Setelah itu, bacalah doa Dzahabaz zhama’u.
Keutamaan Berdoa Saat Berbuka
Berdoa saat berbuka termasuk adab dalam berpuasa. Menurut buku karya Ahmad Sarwat Lc, doa orang yang berpuasa tidak akan tertolak.
Karena itu, jangan hanya fokus ke hidangan. Manfaatkan momen berbuka untuk menyampaikan harapan dan rasa syukurmu.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Tempat untuk Bukber di Jakarta Terpopuler
Cek Event dan Konser Terbaru di TipTip
Lagi cari acara seru untuk mengisi waktu luang? Kamu bisa cek event terbaru di TipTip, marketplace untuk e-tiket event offline, karya digital, dan sesi live dari kreator Indonesia.
Jadi, kamu bisa menemukan konser dan acara lain di satu tempat.
Pertanyaan Seputar Doa Buka Puasa
Apa doa buka puasa yang benar?
Ada dua bacaan umum, yaitu Allahumma laka shumtu dan Dzahabaz zhama’u. Doa Dzahabaz zhama’u berstatus hasan, sedangkan banyak ulama tetap membolehkan Allahumma laka shumtu.
Kapan waktu membaca doa buka puasa?
Ulama berbeda pendapat, ada yang menganjurkan sebelum berbuka dan ada yang sesudahnya. Menurut sejumlah ulama mazhab Syafi’i, waktu yang lebih utama adalah setelah berbuka.
Apakah doa buka puasa sunnah sama dengan puasa Ramadan?
Ya, doa buka puasa sunnah umumnya sama dengan doa saat Ramadan. Kamu bisa memakai bacaan yang sama untuk puasa Senin-Kamis, Tasua, dan Asyura.

