Addie MS dikenal sebagai konduktor, komposer, sekaligus produser musik yang lekat dengan Twilite Orchestra, salah satu orkestra pop terbesar di Indonesia.
Namanya kembali menjadi sorotan menjelang perayaan 35 tahun Twilite Orchestra pada 2026.
Selama lebih dari empat dekade berkarya, Addie MS berhasil membawa musik simfonik Indonesia tampil di berbagai panggung bergengsi, termasuk Sydney Opera House.
Lewat perjalanan panjangnya, Addie MS membuktikan bahwa musik orkestra bukan hanya untuk kalangan tertentu. Musik ini tetap bisa dinikmati dan dekat dengan berbagai generasi.
Profil Singkat Addie MS
Addie MS memiliki nama lengkap Addie Muljadi Sumaatmadja. Ia lahir di Jakarta pada 7 Oktober 1959.
Ia dikenal sebagai:
- Konduktor
- Komposer
- Arranger musik
- Produser musik
Kariernya sudah dimulai sejak akhir 1970-an. Selain menjadi music director Twilite Orchestra, Addie MS juga dikenal sebagai suami penyanyi Memes.
Keduanya menikah pada 13 September 1987 dan memiliki dua anak, yaitu musisi Kevin Aprilio dan Tristan Juliano.
Awal Karier Addie MS di Dunia Musik
Perjalanan Addie MS di industri musik dimulai pada 1979 sebagai produser dan arranger.
Ia pernah menangani karya dari sejumlah penyanyi besar Indonesia, seperti:
- Vina Panduwinata
- Harvey Malaiholo
- Chrisye
- Krisdayanti
- Anang Hermansyah
Salah satu karya yang paling dikenang adalah aransemen lagu “Sendiri” milik Chrisye pada 1984.
Menariknya, lagu tersebut dibuat dengan konsep minimalis menggunakan piano dan english horn. Aransemen ini berhasil mendapat penghargaan Silver Record.
Sebelum fokus ke musik klasik dan orkestra, Addie MS sudah lebih dulu membangun nama di industri musik pop.
Ia kemudian mendalami dunia conducting, orkestra, dan sound engineering secara mandiri. Addie MS juga mengikuti berbagai workshop dan belajar dari konduktor internasional seperti Jorge Mester dan Raymond Harvey.
Addie MS dan Lahirnya Twilite Orchestra

Perjalanan besar Addie MS dimulai pada 1991 saat ia mendirikan Twilite Orchestra bersama Oddie Agam dan Indra Usmanjah Bakrie.
Pertunjukan perdana Twilite Orchestra berlangsung pada 8 Juni 1991 di Pantai Anyer, Banten.
Saat pertama berdiri, orkestra ini hanya berisi sekitar 20 musisi. Namun, seiring waktu, Twilite Orchestra berkembang menjadi kelompok musik besar dengan puluhan pemain dan paduan suara Twilite Chorus.
Twilite Orchestra membawakan berbagai jenis musik, mulai dari karya klasik seperti Beethoven hingga lagu populer seperti The Beatles.
Selain itu, Addie MS juga membangun beberapa proyek musik lain:
- Twilite Chorus (1995) untuk memperkuat unsur vokal dalam pertunjukan.
- Twilite Youth Orchestra (2004) untuk mengenalkan musik simfonik kepada generasi muda.
Pencapaian Addie MS Bersama Twilite Orchestra
Di bawah arahan Addie MS, Twilite Orchestra berhasil mencatat berbagai pencapaian penting.
Beberapa di antaranya:
- Pada 1992, tampil dalam konser bersama David Foster, komposer terkenal asal Amerika Serikat.
- Pada 1995, Twilite Orchestra menjadi anggota American Symphony Orchestra League.
- Pada 2009, menjadi orkestra pertama dari Indonesia yang tampil di Sydney Opera House, Australia.
- Menjadi salah satu orkestra Indonesia pertama yang tampil di Eropa, termasuk Jerman dan Slovakia.
Tidak hanya membawakan musik klasik, Addie MS juga membawa konsep orkestra ke audiens yang lebih muda.
Salah satunya lewat Video Game Concert yang menghadirkan musik dari berbagai gim populer seperti:
- Final Fantasy
- Legend of Zelda
- Mobile Legends
Konsep ini membuat musik orkestra terasa lebih dekat dengan generasi milenial dan Gen Z.
Karya Addie MS di Luar Twilite Orchestra
Selain aktif bersama Twilite Orchestra, Addie MS juga memiliki banyak karya di bidang musik nasional.
Beberapa karya pentingnya antara lain:
- Merekam ulang lagu Indonesia Raya bersama Victorian Philharmonic Orchestra di Melbourne pada 1997.
- Merilis album “Simfoni Negeriku” (1998) yang berisi aransemen lagu nasional seperti:
- Bagimu Negeri
- Syukur
- Mengheningkan Cipta
Addie MS juga terlibat dalam berbagai proyek musik film, seperti:
- Biola Tak Berdawai
- Dealova
- Cinta Pertama
- In The Name of Love
Pada 2003, ia dipercaya menciptakan Mars dan Hymne TNI.
Selain itu, Addie MS juga pernah menggarap musik tema untuk berbagai institusi dan perusahaan, termasuk Garuda Indonesia, Summarecon, Sharp, dan Kadin.
Berkat kontribusinya, ia menerima sejumlah penghargaan, seperti:
- Most Appreciated Film Musik dari Bandung Film Festival untuk musik film Biola Tak Berdawai
- Golden Conductor Award dari Yayasan Pendidikan Musik
- Berlian Achievement Award dari De Beers
Temukan di TipTip
Buat kamu yang ingin merasakan langsung pengalaman musik simfonik, Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert bisa jadi agenda yang menarik.
Konser ini digelar pada 6 September 2026 pukul 16.00 WIB di Aula Simfonia Jakarta untuk merayakan perjalanan Twilite Orchestra sejak 1991.
Acara ini menghadirkan penampilan soprano dan tenor internasional serta ratusan anggota paduan suara gabungan. B
uat penggemar musik orkestra atau kamu yang ingin melihat aksi konduktor Addie MS secara langsung, tiketnya bisa kamu cek di tiptip.id
Pertanyaan Seputar Addie MS
Siapa nama lengkap Addie MS?
Nama lengkap Addie MS adalah Addie Muljadi Sumaatmadja. Ia lahir di Jakarta pada 7 Oktober 1959.
Kapan Addie MS mendirikan Twilite Orchestra?
Addie MS mendirikan Twilite Orchestra pada 1991. Penampilan perdananya berlangsung pada 8 Juni 1991 di Pantai Anyer, Banten.
Apa karya nasional yang pernah dibuat Addie MS?
Addie MS pernah menggarap rekaman ulang Indonesia Raya pada 1997, album Simfoni Negeriku pada 1998, serta menciptakan Mars dan Hymne TNI pada 2003.


